Kamis, 06 Oktober 2016

Softskill - Digital Television

Model Bisnis Penyiaran Televisi Digital di Indonesia

Arif Wibawa, Subhan Afifi dan Agung Prabowo

Prodi Ilmu Komunikasi,FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta, Jl. Babarsari No.2
HP: 08156873054 / e-mail: wibawaarif@yahoo.com

Dalam jurnal penelitian ini telah menggunakan pendekatan sosio-technical untuk mencermati perkembangan teknologi penyiaran. penelitian migrasi penyiaran televisi analog ke televisi digital telah membawa perubahan yang amat radikal dalam perindustrian penyiaran, pendekatan secara sosio-technical memandang dari sudut hubungan antara 3 subsistem yaitu subsistem teknologi (infrastruktur, pelayanan, aplikasi), subsistem social (pasar, pelanggan, industry), dan subsistem lingkungan berupa aturan. Dan dalam penelitian ini hasil yang didapat adalah model bisnis yang cocok untuk daya dukung ekonomi  sebagai sumber daya hidup stasiun televisi berpengaruh pada iklan.

Iklan merupakan salah satu roda penggerak perindustrian televisi. Semakin maraknya stasiun pertelevisian di Indonesia meyebabkan persaingan dalam mengambil keuntungan pada iklan hingga terdapat beberapa hal yang membuat industri televisi semakin mahal. Menurut identifikasi AGB Nielson dalam bulletin AGB Nielson Media Research pada Maret 2009 yaitu, penurunan rating, peningkatan jumlah stasiun televisi,harga iklan ,dan inflasi.

Penurunan rating rata-rata pada tahun 2007 menurun dari 13,8% menjadi 13,5% dan semakin turun menjadi 12,6% pada tahun 2008. Lalu pada januari dan februari  2009 menjadi 13,2% . dari angka-angkat tersebut menggambarkan jika televisi bukan lagi media utama pada saat ini, peningkatan jumlah stasiun televise pun menyebabkan sulitnya mendapat persen rating.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, penelitian telah merekomendasikan sebuah model bisnis yang memperhatikan aspek-aspek daya hidup stasiun televisi. Digitalisasi bukan berarti membuka kran selebar-lebarnya untuk tumbuhnya begitu banyak stasiun televisi memenuhi batas yang ada tapi tidak memberi kemanfaatan yang maksimal kepada masyarakat, bahkan kemudian mati atau bangkrut. Hal tersebut justru akan membuat masyarakat lebih kecewa karena sudah mengeluarkan biaya tambahan untuk dapat mengakses siaran TV digital.

Dalam memberikan ijin siaran bagi penyelenggara siaran di setiap wilayah layanan haruslah diperhitungkan daya dukung ekonomi di wilayah tersebut untuk mengatur sumber daya iklan yang mungkin apat diperoleh oleh stasiun televisi di daerah tersebut. Pemain lokal tentunya lebih diutamakan. Pemain besar sebaiknya dibatasi untuk dapat menjangkau banyak wilayah layanan.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mendapatkan Host Name Dengan Java

Untuk mendapatkan host name melalui Windows cara yaitu dengan pergi ke Control Panel > System and Security > System untuk mengetahui...